Jenis Tanaman Liar untuk Mengatasi Penyakit Asam Urat

Biasanya penyakit asam urat menyerang pria usia 40 tahun atau pada wanita yang sudah mengalami menopause. Kemungkinan ini 90% disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk membuang asam urat dari tubuh melalui air seni, selebihnya dikarenakan tubuh memproduksi asam urat terlampau berlebihan.

Baca Juga: Obat Asam Urat

Dalam hal ini pakar kesehatan menyarankan beberapa jenis tanaman liar untuk mengatasi penyakit asam urat. Diantaranya yaitu:

sidaguri

Sidaguri (sida rhombifolia)

Tanaman liar yang tumbuh ditepi jalan atau ditempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Bagian yang digunakan sebagai obat yaitu akar, daun dan bunga, tapi lebih sering akarnya. Sidaguri ini mempunyai kandungan alkaloid ephedrine, terutama pada bijinya, yang memiliki efek mendinginkan badan (anti demam), membuat lancar pencernaan, mengecilkan jaringan (astringent), memperbanyak air seni (diuretik) dan meningkatkan stamina.

Legundi (vitex negundo)

legundi
Tanaman yang tumbuh disemak belukar ini banyak ditemukan di benua Australia dan Asia khususnya Asia Tenggara. di Indonesia, legundi dikenal dengan berbagai nama seperti, Gendasari (Melayu), Lilogundi (Palembang), Langgundi (Padang), Lagundi (Sunda), Lengghundi (Madura), Galumi (Sumbawa), Sangari (Bima), Danuko (Kalimantan), Lanra (Makasar), Lawasani-Pala (Bugis), dan Ai Tuban (Ambon). Secara empiris, tanaman ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional dalam mengatasi macam- macam penyakit. Bunga dan daun Legundi yakni salah satu herbal yang sangat efektif mengatur rasa sakit dan inflamasi karena artritis dan sciatica.

Jinten hitam (nigella sativa)

jinten hitam
Jinten hitam memiliki berbagai kandungan senyawa seperti alkaloida, tanin, kalium, kalsium, flavonoid, dan asam linoeat yang dapat membantu tubuh meningkatkan daya tahan atau imunitas terhadap serangan penyakit tertentu. Zat-zat yang ada dalam jinten hitam akan membantu tubuh mengatasi reaksi peradangan yang terjadi seperti nyeri sendi pada tulang punggung atau tulang gerak baik kaki ataupun tangan.

Salai guggul (boswellia serrata)

salai guggul
Salai guggul termasuk tumbuhan yang tumbuh di iklim tropis dan untuk di Indonesia tumbuhan ini dapat tumbuh di area hutan Kalimantan atau Sulawesi. Tumbuhan yang satu ini memiiki kandungan resin dan asam boswelik yang akan membantu metabolisme tubuh yang berkaitan dengan kolesterol dan asam oksalat. Kedua senyawa tersebut dianggap mampu meluruhkan kristal asam urat yang terendap di area persendian tubuh. Asam boswelik juga dianggap mampu mengurangi reaksi nyeri dan menenangkan saraf yang ada di area persendian alat gerak penderita asam urat. Anda dapat mengolah tanaman yang satu ini dengan memanfaatkan daunnya dan mengubahnya menjadi bentuk serbuk sebelum dicampurkan pada air minum.

Jahe Merah (zingiber officinale)

jahe merah
Jahe merah memiliki kandungan flavonoid, terpenoid, vitamin, dan mineral makro yang membantu mengatasi asam urat dalam 3 hal, yaitu kristal asam urat yang melekat di persendian, mengurangi reaksi peradangan atau nyeri yang terjadi, dan meningkatkan kinerja organ ginjal dan hati untuk reaksi detoksifikasi serta pelarutan pada urin. Anda dapat merebus sekitar 3-4 siung jahe merah dalam 200ml air dan menyisakan setengahnya untuk diminum 2 kali sehari di pagi dan malam hari sesudah makan.

Namun, meski bagus untuk mengobati asam urat, tapi sebaiknya tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi jahe karena dapat memicu naiknya asam lambung dan menurunkan tekanna darah.

Baca Juga: Daftar Kandungan Singkong yang Baik Untuk Kesehatan

Itulah beberapa jenis tanaman liar yang dapat mengobati penyakit asam urat. Semoga anda lekas sembuh dari penyakit anda.

| Jenis Tanaman Liar untuk Mengatasi Penyakit Asam Urat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *