Mengenal 7 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Rematik

Rematik adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang sendi dan jaringan sekitarnya. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, anak-anak, orang tua, lansia, ibu hamil maupun ibu menyusui bisa terserang penyakit rematik.

Baca Juga: Obat Asam Urat

Ada banyak mitos yang berkembang seputar penyakit rematik. Meski tidak benar, banyak orang tetap mempercayainya. Berikut dibawah ini 7 mitos dan fakta tentang penyakit rematik.

Mengenal 7 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Rematik

Mengenal 7 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Rematik

Mitos: Penyakit rematik disebabkan karena sering mandi malam atau berada dalam ruangan berAC atau cuaca dingin
Fakta: Penelitian mengungkapkan bahwa mandi malam atau cuaca dingin tidak menyebabkan penyakit rematik. Namun, pada penderita rematik tertentu, faktor dingin dapat memperburuk keluhan sehingga saat terkena dingin akan terasa nyeri di sendi-sendinya, hal ini dapat dijelaskan adanya perubahan tekanan atmosfir meningkatkan tekanan di dalam ruang sendi, temperatur yang dingin dapat menyebabkan gangguan aliran sinovium serta merangsang saraf nosiseptor di sekitar sendi sehingga menyebabkan sendi yang sudah terkena arthritis menjadi nyeri dan kaku.

Mitos: Penyakit rematik merupakan penyakit orang usia lanjut
Fakta: Usia memang berpengaruh terhadap munculnya rematik atau nyeri sendi. Memang, resiko terserang rematik semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini disebabkan karena semakin menipisnya lapisan pelindung sendi dan mulai mengentalnya minyak pelumas tulang di atas usia 45 tahun. Namun, bukan berarti penyakit ini hanya diderita oleh orang usia lanjut. Setidaknya, sebanyak 1 orang dari 6 penderita rematik merupakan orang-orang yang masih muda. Bahkan, salah satu jenis penyakit, yaitu Juvenille Reumatoid Artritis, ternyata banyak diderita oleh anak-anak.

Mitos: Semua penyakit rematik disebabkan asam urat.
Faktanya: hanya sekitar 10 persen saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Banyak pasien yang asam urat tinggi justru tidak mengalami rematik,” kata Bambang.  Menurutnya,  asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. “Penyakit rematik akan terjadi bila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat.  penyakit ini,” terangnya.

Mitos: Penyakit rematik adalah penyakit tulang.
Faktanya: rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis di antaranya adalah osteoartritis dan reumatoid artritis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang mendukung berat badan seperti sendi lulut, panggul, tulang belakang, punggung dan leher meski tidak tertutup kemungkinan menyerang daerah lain. Sementara reumatoid artiritis dikarenakan sistem imun yang menyerang lapisan atau membran sinovial sendi dan melibatkan seluruh organ-organ tubuh, dapat menyebabkan kecacatan.

Mitos: Rematik adalah penyakit keturunan.
Faktanya: rematik tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak.  “Namun begitu, ada kecenderungan faktor keluarga menjadi faktor risiko terjadinya rematik seperti pada Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout,” ujar Dr Bambang.

Mitos: Sakit pada tulang di malam hari adalah tanda gejala rematik.
Faktanya: gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan pada sendi (merah, bengkak, nyeri, terasa panas dan umumnya sulit digerakkan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari. Bisa saja menyerang setiap saat.

Baca Juga: 6 Manfaat Mengonsumsi Ramuan Jintan Hitam Untuk Kesehatan

Mitos: Makan kangkung atau bayam sebabkan rematik.
Fakta: Tidak ada hasil penelitian yang menghubungkan antara bayam atau kangkung dengan riisko rematik.  “Kalaupun yang harus dihindari, bila Anda ditakdirkan menderita rematik adalah makanan yang dapat memicu purin atau bahan yang akan diubah menjadi asam urat seperti jeroan, seafood atau minuman beralkohol,” tegas Bambang.

Itulah beberapa mitos serta fakta yang didapatkan mengenai penyakit rematik. Semoga bermanfaat dan menjadi info kesehatan bagi Anda.

| Mengenal 7 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Rematik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *